Our Exlusive Blog

Lorem ipsum eu usu assum liberavisse, ut munere praesent complectitur mea. Sit an option maiorum principes.

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 September 2023

Kehadiran ahli untuk pemenuhan hak YSA sebagai korban kekerasan seksual

 


Senin (4/09/2023) DR. Dra. Budi Wahyuni MM., MA sebagai ahli seksualitas dan kesehatan reproduksi Pusat Studi Wanita UGM menghadiri persidangan kasus Yunita Sari Anggraini (YSA) untuk memberikan pertimbangan kepada Majelis Hakim terkait dengan perkembangan seksualitas anak-anak, dan tuduhan terkait Hypersexsual dan pompa asi.  

Rabu, 23 Agustus 2023

Forum “Speak Up dan Dialog Perempuan Pekerja Migran dan Purna Pekerja Migran Berdaya" dalam Rangka Memperingati Hari Perempuan Internasional


Yogyakarta, 18 Maret 2023 - Beranda Migran bekerja sama dengan Talithakum Yogyakarta, Mitra Wacana dan Kulon Progone Hong Kong mengadakan Forum Speak Up dan Dialog dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2023 dengan tema ‘Perempuan Pekerja Migran dan Purna Pekerja Migran Berdaya’.

Forum Speak Up dan Dialog ini merupakan wadah untuk pekerja migran dan purna migran dalam menyuarakan tantangan-tantangan yang dialami selama bekerja di negara penempatan dan saat kembali ke tanah air. Forum ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh JBMI Hongkong & Macau, IFN Singapore, Gannas Community Taiwan, FPR Yogyakarta, Dinas Sosial DIY, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DIY.

Dalam Forum speak up, Pekerja Migran dan Purna Migran menyampaikan aspirasinya. JBMI Hongkong dan Macau diwakili oleh Sringatin, memberikan kritikan keras terhadap pelaksanaan Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 Tentang Pekerja Migran Indonesia yang mengatur terkait zero cost. Pada kenyataannya, PMI masih dibebani biaya penempatan yang berlebih menyebabkan PMI masuk ke jeratan hutang. Di sisi lain, sistem pengaduan sangat minim dan kurang tepat. Membutuhkan waktu yang panjang untuk melaporkan perkara ketidakadilan ke KJRI.

Kartika Puspita Sari, seorang pekerja sektor domestik migran juga menyampaikan testimoninya. Dia mengalami eksploitasi, penganiayaan, kekerasan, dan penyekapan dari majikan ketika bekerja di Hongkong selama lebih dari 2 tahun dari Juli 2010 sampai Oktober 2012. Kartika juga mengalami waktu kerja panjang, tidak digaji, tidak dapat hari libur, tidak dapat jaminan sosial, serta buruknya kondisi kerja dan tempat tinggal. Kartika meminta kepada Pemerintah agar memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja migran dimanapun ditempatkan. 

Kulon Progone Hongkong (KPHK) merupakan paguyuban purna migran Hongkong yang diwakili oleh Iswanti dan Anggit, meminta kepada Pemerintah agar diberikan pelatihan keterampilan tanpa batasan waktu dan usia untuk mendirikan usaha sendiri, suatu usaha bersama dan bantuan dalam pemasaran produk dari usaha bersama tersebut. Iswanti (ketua KPHK) menegaskan bahwa tidak semua pekerja migran yang pulang ke Indonesia memiliki usaha mandiri dan mempunyai uang yang cukup, bahkan ada pekerja migran yang sudah puluhan tahun bekerja, namun tidak membawa hasil apapun ketika pulang. Uang hasil pekerja migran biasanya sudah habis untuk biaya renovasi rumah dan biaya sekolah anak dalam jangka 2-3 tahun pasca kepulangan mereka.

Aspirasi yang disampaikan oleh pekerja migran dan purna migran ditanggapi oleh lembaga pemerhati migran yaitu Beranda Migran dan Talithakum, serta instansi Pemerintah yaitu Dinsos DIY, BP3MI DIY, dan DP3AP2. 

Erwiana mewakili Beranda Migran menjelaskan bahwa Beranda Migran fokus terhadap isu-isu perempuan migran mengkritisi tindakan kekerasan, perdagangan manusia, eksploitasi, dan sejumlah ketidakadilan lainnya, serta menilai bahwa sistem migrasi saat ini masih mahal dan tidak menjamin adanya kesejahteraan dan keamanan kerja. Kondisi kerja dan upah yang diterima oleh pekerja migran juga tidak manusiawi. Skema migrasi yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia dengan menyerahkan tanggung jawab penempatan dan perlindungan PMI kepada pihak swasta menjebak para PMI ke dalam jurang eksploitasi. Mulai dari calon PMI yang mengalami penahanan dokumen oleh PT, agensi, atau majikan sampai mereka selesai membayar biaya penempatan yang sangat mahal. Sistem yang menindas dan mengeksploitasi tersebut harus dilawan dengan solidaritas untuk menuntut tanggung jawab pemerintah dalam hal pemenuhan hak dan perlindungan bagi para pekerja migran.

Jaringan Talithakum diwakili Sr. Anastasia menegaskan diskriminasi terhadap perempuan merupakan dampak negatif dari budaya patriarki. Kondisi ekonomi yang sulit mengakibatkan kebanyakan perempuan memilih untuk menjadi pekerja migran. Perempuan pekerja migran rentan menjadi korban eksploitasi, sindikat narkoba, dan perdagangan manusia. Talithakum sebagai jaringan pemerhati migran berharap agar pemerintah mengusahakan keamanan, keadilan dan kesejahteraan bagi pekerja migran dan purna migran.

BP3MI DIY diwakili oleh Ulfa menilai Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 Tentang PMI telah menjamin perlindungan pekerja migran mulai sebelum keberangkatan, penempatan hingga kepulangan ke Indonesia. Jaminan perlindungan dalam aspek sosial, ekonomi dan hukum. Ulfa menyampaikan bahwa BP2MI sedang mengusahakan pengimplementasian dari kebijakan zero cost. Demi perlindungan PMI, BP3MI mewajibkan pekerja migran berangkat melalui agensi. Agensi adalah institusi yang dipercayakan pemerintah untuk melindungi pekerja migran. Saat ini, Penempatan pekerja migran sedang diusahakan untuk berbasis satu data kependudukan melalui NIK demi mencegah praktik manipulasi. Verifikasi dan system filter dari basis data tersebut akan membantu penempatan pekerja migran sesuai prosedur. Ulfa menerangkan bahwa BP2MI hanya memiliki kewenangan untuk merekomendasikan kasus, sementara pencabutan izin dan pemberian sanksi adalah kewenangan dari Kementerian Ketenagakerjaan. BP2MI telah melakukan orientasi pra-pemberangkatan yang berisi perjanjian kerja, edukasi keuangan, pembentukan mental, prosedur pengaduan dan edukasi terkait budaya negara penempatan. BP3MI DIY juga membuka akses bagi NGO luar negeri untuk melakukan penelitian mengenai pekerja migran sebagai bentuk perhatian BP3MI kepada para pemerhati migran akar rumput. Menanggapi aspirasi purna migran paguyuban KPHK, Ulfa  menyampaikan bahwa BP3MI menerima setiap masukan ada, namun perlu diketahui bahwa BP3MI memiliki keterbatasan anggaran dan setiap kebijakan didasarkan pada data agar memperoleh hasil yang efektif, efisien dan terukur.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak DIY (DP3AP2) membuka peluang bagi para pekerja migran untuk ikut serta dalam Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang bekerja sama dengan psikolog klinis Indonesia dan para konselor. Hera sebagai Kepala Bidang Penyejahteraan Keluarga mengingatkan bahwa kerjasama akan menjadi lebih efektif bila diikuti sinergi. Hera menyarankan pekerja migran agar membekali diri secara cukup terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia, karena bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia sangat terbatas. 

Dinas Sosial DIY diwakili Widha Dessy menerangkan bahwa Dinas Sosial menangani masalah pekerja migran pada tahap pasca migrasi. Dinas sosial bekerjasama dengan Kementerian Sosial membuka pusat konseling. Dinas sosial sering menangani kasus yang sudah lama terjadi namun baru dilaporkan. Pada tahun 2023 dinas sosial melakukan pendampingan pekerja migran berbasis kunjungan bagi mereka yang membutuhkan konseling sosial. Dinas Sosial juga memiliki website bagi masyarakat yang ingin memeriksa data pendistribusian bantuan sosial (www.checkbansos.kemensos.go.id) dan call center yang bisa dihubungi oleh para pekerja migran. (admin dinas sosial : 089522884000)

Beranda Migran bergabung bersama perempuan pekerja migran, purna migran, dan pemerhati migran memperjuangkan kondisi kerja layak, upah layak, perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak dasar pekerja migran. Hari Perempuan Internasional adalah waktu yang tepat untuk menuntut keadilan dan meminta pertanggungjawaban atas kelalaian pemerintah dalam menjamin perlindungan PMI.

Beranda Migran berharap forum speak up dan dialog ini menjadi langkah awal bagi pekerja migran, purna pekerja migran, pemerhati pekerja migran, dan instansi pemerintah bersama-sama membangun sebuah support system yang solid untuk pekerja migran dan purna pekerja migran.





Minggu, 20 Agustus 2023

Mari Kawal Sidang YSA/Nita Mencari Keadilan

Sidang Nita


Ibu muda, YSA/Nita (21 tahun) di Jambi didakwa pasal 81 ayat 2 Jo Pasal 76 E Undang-Undang tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dia dituntut telah melakukan persetubuhan dengan tipu muslihat dan kerugian rangkaian terhadap sejumlah anak.

Oleh sejumlah media Nita dinarasikan sebagai pelaku kekerasan seksual. Padahal justru sebaliknya. Nita telanjur mengalami stigma dan penghakiman oleh media massa yang mengabaikan fakta-fakta sebenarnya. 

Untuk itu, Beranda Perempuan bersama LBH ARA, LBH Padang, LBH Pekanbaru mengadakan konferensi pers mengundang semua media, aktivis dan pegiat perempuan pada :

Hari/tanggal : Rabu, 26 Juli 2023

Tempat : Kantor LBH ARA

Bagi kawan-kawan yang tidak bisa ikut langsung dapat mengikuti secara virtual melalui https://bit.ly/zoomkonferensipers



Narahubung 

Ani 08218447161

Minggu, 23 Mei 2021

Urgensi Peran Paralegal Pendamping korban Kekerasan Seksual




Tumbuh mekar semangat paralegal pendamping korban kekerasan seksual.Mari berjuang bersama korban , desak Negara memastikan pemulihan hidup korban melalui akses hukum yang adil bagi korban dan keluarganya. 

          https://youtu.be/YZcs7QiZ-yU

 

 

 

Rabu, 10 Maret 2021

Perempuan Bantu Perempuan

 

Perempuan Bantu Perempuan

International Women's Day

 

Ayo gabung aksi virtual  International Women's Day Perempuan Indonesia Bersatu

Kamis, 09 Juli 2020

PETANI JUGA GURUKU





Sore ini seperti biasanya aku pergi kesekolah di PAUD Embun Pagi, namun sore ini ada yang berbeda. Pada pertemuan sebelumnya bunda menyuruh kami untuk membawa mangkok dari rumah. Sesampainya di sekolah aku dan teman-teman berbaris dan melakukan senam jasmani. Di dalam kelas kami bernyanyi seperti biasa. Lalu bunda menanyakan mankok yang ia perintahkan untuk kami bawa pada sore ini.
“anak-anak, kemarin bunda menyuruh bawa mangkok. Siapa yang bawa?”
“saya bunda!” (semua menunjukkan mangkok yang mereka bawa)
“sekarang kumpulkan ke bunda mangkoknya” (sambil mengumpulkan mangkok) “hari ini kita akan memasak sayur bayam dan kita makan bersama”
“Haa!!! Sayurnya mana bunda?”
“sayurnya kita ambil di kebun, kita cabut sendiri, kita petik daunnya,lalu kita masak. OKE???
“OKE Bunda…..

Kami semua berbaris di halaman sekolah sebelum menuju kebun sayur…. Dengan rapi dan dipandu beberapa bunda kami menuju kebun.. kata bunda kami harus berbaris rapi menuju kebun jangan mau kalah sama itik, karena itik selalu berbaris dengan rapi.ru

Sebelum kekebun bayam kami melewati beberapa galang kebun sayuran, kami melihat ada seorang ibu sedang memanen. Serentak kami memanggilnya,
“Budeeee…….!!!!” (begitulah kami sering memanggilnya)
“iya, anak-anak. Mau kemana?”
“Kekebun bayam bude, bude lagi panen apa” (dari kejauhan kami melihat bude mendekat)

“bude lagi panen kanggkung, nah ini namanya sayur kanggkung, kalau di pasar namanya kangkung akar” (sambil memegang segenggam kanggkung yang baru dipanennya)

“haaa??? Kanergkung akar? Kalau kanggkung yang tidak ada akarnya ada gak? Akar itu apa bude?

“ada kangkung akar ada kangkung air yang dijual tidak pakai akar. bude kasih tau ya, coba lihat kanggkung yang bude pegang. Yang paling atas ini namanya daun warnanya hijau, lalu yang agak keras namanya batang, nah yang palig bawah yang berwarna coklat namanya akar. Akar ini berada didalam tanah. (sambil menunjukkan kanggkung yang masih di tanam lalu mencabutnya). Kanggkung apa ini anak-anak?”

“kangkung akar!!!”

“kangkung akar hidup di darat, sedangkan kangkung yang dijual tidak pakai akar itu hidupnya di air atau kolam, akarnya berada di dasar kolam di dalam tanah. Memanennya dengan di potong. Jadi akarnya tidak ikut di cabut, itu namanya kangkung air ya anak-anak?”

“iya bude. Terima kasih bude!”

“iya, sama-sama.”

Setelah dari kebun kangkung kami melanjutkan perjalanan.

“ayo kita ke kebun bayam”oiu

“ayo bunda!!!” (sambil berjalan ke kebun bayam)

“nah anak-anak kita sudah sampai di kebun bayam, masing-masing cabut 4 batang bayam ya!”

“iya bunda”

“jangan rebutan, yang sudah pegang bayam langsung berdiri di dekat bunda dede ya!”

Setelah selesai mencabut bayam kami berjalan menuju sekolah.. kami memasuki ruangan kelas dan duduk melingkar. Lalu bunda membagikan mangkok satu per satu.

“kita suda panen bayam. Bagian tanaman bayam juga sama dengan kanggkung. Coba sebutkan! Yang diatas warna hijau dan lebar namanya apa?”(sambil menunjuk daun)
“Daun bunda.”
“yang ini yang agak keras namanya apa?
“batang bunda”
“yang dibawah berwarna coklat namanya apa?”
“daun bunda.”
“coba lihat daun bayamnya ada yang berlubang,bolong-bolong, seperti bekas gigitan. Siapa yang memakan daun bayam jadi berlubang?
“ulat bunda yang gigit, dimakan bunda”
oiuy“iya benar, daun bayamnya dimakan ulat jadi berlubang. Sekarang kita petik daun bayamnya lalu dimasukkan ke mangkoknya, tapi yang belubang jangan dipetik ya!”
“Iya bunda”.
Kami memperthatikan bunda memetik daun bayam lalu kami petik semua daun bayam. Tapi yang di makan ulat tidak dipetik
“nah kalau sudah selesai, daun bayamnya dikumpulkan. Nanti dimasak sama bunda poni, bunda nunik, dan bunda dede. (sambil mengumpulkan mangkok berisi daun bayam). Sekarang kita istirahat dulu. Nanti kalau sudah matang kita makan sama-sama bayam yang kita petik tadi.”

Sambil menunggu sayur yang dimasak bunda kami bermain di halaman, ada yang bermain puzzle, plastisin, bola dan lain-lain. Tiba-tiba
“ting,ting,ting. Anak-anak ayo masuk. Sayurnya sudah matang. Ayo kita makan bersama. Duduk yang rapi membentuk lingkaran ya!”
“iya bunda”
“sekarang kita baca doa sebelum makan. (membaca doa sebelum makan)”
(sambil menunggu kami bernyanyi). “sayur bayam, sayur bayam, sayur bayam, sayur bayam, sayur bayam”
“ ini dia, sabar ya… semuanya dapat.”
Kami semua memakan sayur bayam. Teman-teman yang tidak suka makan sayuran, hari ini dengan lahapnya memakan sayur bening bayam buatan bunda. Hari ini kami belajar banyak dari bude petani. Kami mengenal kangkung. Dan mengenal bagian tanaman. Dan kami bisa menyentuhnya langsung bagian tanaman itu… sunggguh pengalaman yang luar biasa. Kangkung dan bayam punya akar, batang, dan daun. Besok bude panen apa lagi ya???

Seikat Sayur Untukmu Relawan




Anak-anak hari ini kita akan belajar bersama bunda Dara, bunda Lindri dan Bunda Warda.
“yee… Hore…. “ seru anak-anak
“Apa kabar anak bunda?”
“Baik Bunda.”
“Anak PAUD”
“Sehat , cerdas, ceria”
“Anak Pintar”
“Yes-yes OKE”
“anak bunda hari ini kita akan membuat topi koki, kita akan mengenal sayur, Siapa yang mau jadi koki”
“saya bunda” “Saya bunda” ” bunda koki itu apa?”
“Koki adalah orang yang pandai memasak sayuran, membuat kue, membuat makanan, membuat minuman yang rasanya enak. Nanti kita juga akan mengenal sayuran yang ada di sekitar sekolah kita”.
“Kita tidak masak ya bunda? Kan sudah buat topi koki?”
“kita masaknya minggu depan ya dengan ibu dan mama kalian, besok topi kokinya dipakai ketika kalian masak dengan mama, ibu dan bunda. Sekarang kita mengenal sayuran dahulu.
“?????”
“seorang koki yang hebat, harus tau jenis sayuran dan bisa memilih sayuran yang bagus dan segar, supaya makanannya terasa enak dan bergizi”

“Bunda, nanti pulangnya bunda dikasih sayur, satu”
“kenapa? Kok bunda dikasih sayur?”
“iya bunda, kalau bunda belajar sama kami disini nanti pulanya bunda bawa sayur, tapi satu bunda”
“baiklah, terimakasih anak bunda, mari kita buat topi kokinya, ini bunda berikan satu-satu kertasnya. Sekarang kita warnai gambar sayurannya ya”

Selang beberapa menit kemudian….
“sekaran kita beri lem kertas di ujung kertasnya supaya jadi seperti topi koki, seperti ini (sembari menunjukkan cara mengelem kerjas). Nah sudah semua, sekarang kita mengenal sayuran yang ada di topi ya”
“Coba tebak gambar sayur apa di topi alul?
“sawi”
“di topi nabila?”
“Wortel”
“di topi Riyan?”
“Tomat”
“Di topi Riri?”
“Kangkung”
“di topi dodi?”
“Kol bunda”
“anak bunda pintar semuanya…. karena hari sudah sore, ayo kita baca doa sebelum pulang!”
Semua Murid berdoa dan menyalami semua bunda yang mengajar, lalu seorang bunda mendekatiku dan memberikanku 3 ikat bayam.
“Ini buat bunda dara teman-teman”

“lho kok kami dikasih sayur?” tanyaku heran
“iya yang bantu kami mengajar disini kami bawakan sayuran pulangnya, maaf kami tidak bisa bayar bunda dara, bunda tau kan spp kami cuman dua ouluh ribu perbulan”
“aduh bunda, kami ikhlas dan tidak minta imbalan, kami akan bergantian membantu mengajar disini, kami merasa mendapat ilmu disini.”
“iya bunda tapi ini sudah komitmen kami semua, untuk memberikan sayuran dari hasil kebun di sekitar PAUD, ya walaupun hanya seikat,bunda.
“baiklah, terima kasih banyak bunda sayurannya?”

Tiba-tiba ada seorag murid mendatangiku dan berkata
“benarkan bunda, bunda pulangnya bawa sayur, itu dari kebun yang disana bunda (sambil menunjuk kearah kebun) tadi sebelum sekolah aku sama ibu ambil sayur di kebun, kata ibu itu untuk bunda-bunda”
“terimakasih ya Rika sayurannya, Rika pintar dan hebat, bisa pilih sayuran yang bagus dan segar ini.”
“iya bunda, (sembari mengulurkan tangan dan mencium tanganku). Assalamu alaikum bunda, daaa…. “
“waalaikum salam, daaa rika….”


Oleh : Sawitri

Rabu, 08 Juli 2020

Jenis Kelamin




Catatan harian ini tumbuh bersama janin dirahim ku.

Minggu ke 8

Sore. Pukul 16.68. Hujan yang kian menderas sore ini. Aku duduk diberanda rumah. Angin dingin meresap di pori-pori kulit ku. Ku merapatkan jacket cardigan. Sambil mengelus elus perut.Sekarang Aku tidak sendiri. Ada kau disana. Aku meyambut hidupmu. Bukan dimulai saat kau lahir nanti, tapi dimulai detik ini ketika dokter meyatakan keberadaan mu diruang paling agung bernama rahim. Welcome my baby..

Minggu ke 12

Pagi hari yang hangat. “Nak, apa kabar kamu didalam sana?” Aku ibumu ingin bercakap-cakap. Tentang kebersamaan kita dalam satu tubuh. Rasanya kita semakin erat setelah melalui satu bulan morning sickness. Apa yang ibu makan tak lagi membuat ibu mual dan ingin muntah-muntah. Anak ku sayang…ini kehamilan ibu kelima, tapi ibu tetap berdebar-debar menunggu perjumpaan kita nanti. Love you sayang.

Minggu ke 22

Selasa dini hari. ibu periksa kandungan ke rumah sakit. Ditemani Tiar kakak mu tertua. Kami berdua melihatmu melalui Ultrasonografi. Tampak tangan, kaki, kepalamu mulai terbentuk jelas.
“Selamat ya Ibu! Bayi ibu sehat. Dan kelamin bayi tampak seperti buah biji kopi. Insyallah jenis kelaminnya perempuan.” Kata dokter disampingku.
Seketika aku murung. Dibenak ku teringat kata-kata ayahmu. Ia sangat menginginkan anak laki-laki. Maka sampai kehamilan ke lima ini. Ayahmu tidak memperolehkan ibu Ber-KB sampai keinginan itu terwujud.
“ Loh, kenapa kok raut muka ibu sedih seperti itu?” ibu harus tetap bahagia agar energi positif terpancar sampai ke janin.
“ kalau ibu ingin anak laki-laki nanti bisa coba lagi!” kata dokter tersenyum tipis menyudahi konsultasiku diruang Kandungan.

Minggu Ke 26.

Rabu malam. sejatinya ibu teramat bahagia. mengetahui kondisi mu sehat sempurna. Rasanya berbinar binar menghitung waktu kelahiran mu. Aku seringkali melamunkan paras cantik mu bersanding dengan keempat kakak perempuan mu. Tiar, Hotma, Sondang dan Pasu.

Ibu berdoa agar ayah melupakan keinginan itu, ayahmu teramat keras dengan tradisi batak . Katanya anak perempuan tidak pernah dicatat dalam silsilah keluarga, bahkan tak mewariskan apapun di keluarga. anak laki-laki lebih kuat. Maka ia pewaris keluarga. Tapi ibu berharap semua bisa berubah nak, karena itu tradisi yang telah banyak hilang tergerus waktu.

Ibu memberanikan diri malam ini, berbagi anugrah kehamilan bersama ayah. Sebelum ayah berangkat tidur, ibu dengan hati yang lapang menceritakan keadaan dan jenis kelamin mu pada ayah.
“Ayah..pasti anak kita cantik, hidungnya mancung seperti ayah, kira-kira kita beri nama siapa ya putri kita!”
Namun Bukanlah sebuah jawaban yang ibu dapat, justru raut kekecewaan terbit diwajah ayahmu.
“perempuan lagi, perempuan Lagi. Katanya ketus. “ Aku butuh anak laki-laki untuk meneruskan cita-citaku!” jawab ayah sambil beranjak dari posisi baring. Bergegas meninggalkan ibu yang terkulai lemas di tempat tidur.

Dada ku seketika sesak, bulir-bulir air turun di sudut mata, pilu membayangkan sebentar lagi, ibu akan dimadu. Sama persis dengan nasib teman ku si minah yang dimadu, karena tidak memiliki anak berjenis laki-laki. ia harus rela berkali kali hamil.

Keinginan minah memiliki anak laki-laki mampu melupakan peristiwa kesakitan yang hampir merenguk nyawanya. Bagaimana mungkin memiliki anak laki-laki mampu melengkapi, kesempurnaan sebagai ayah. Sedangkan anak perempuan tidak bisa.

Minggu ke 29

Bulan ke bulan Perut ibu semakin terasa sesak. Maafkan ibu nak! Ibu tak ingin kehilangan ayahmu. Semenjak tahu jenis kelamin mu perempuan. Ibu berjanji untuk tidak check ke dokter lagi. Ibu akan sibuk menjalankan ritual dari orang orang yang telah kenyang makan asam garam untuk melahirkan anak laki-laki.

Ibu disarankan lebih banyak makan daging kambing, ibu menaburi perut ibu dengan bedak bekas anak tetangga berjenis kelamin laki-laki. Dan berbagai ritual dari yang masuk akal sampai diluar akal sehat ibu jalani.

Ibu tak peduli dengan ketidakpeduliaan ayahmu, semenjak mengetahui kau perempuan. Ayahmu tak pernah lagi menanyakan apa yang ingin ibu makan. Ayahmu tak pernah lagi mengelus perut ibu menjelang tidur. Ibu harus sendiri bertarung agar kau itu laki-laki.

Minggu ke 36

Sampai hari ini tiba. Sebulan lewat dua hari. Ada rasa sakit yang hebat, mengili-ngili tubuh, merayap kesendi-sendi menjalar ke seluruh pori, sakit yang bermuara dari perut ibu yang besar.
Dua hari ibu di dera sakit, diminta untuk dirumah dan bersikap tenang. Semua keluarga ayahmu tampak biasa saja, tidak terlihat panik sekalipun, padahal demi tuhan. Aku merasakan sakit luar biasa hebat dari proses persalinan ku terdahulu.
Memasuki hari ketiga pembukaan jalan lahir tak juga maju, nenekmu hanya sedikit tidur, wajahnya sangat letih. Dia tak henti meyemangati ibu untuk tidak meyerah, nenekmu terlihat sangat cemas, padahal ini bukan pertama kali ia menemaniku.
keringat ibu mulai mengucur dipelipih merembes dikasur yang menopang tubuh kepayahan“ “sekarang juga bawa kerumah sakit, anak ku tidak biasanya seperti ini! Ayo cepat demi Tuhan bawa istrimu ke rumah sakit!.” nenek meminta pada ayahmu.
Sudah tiga hari di siksa sakit tak seorangpun yang bergegas membawa ku ke rumah sakit. Aku mulai merasakan kesulitan bernafas. Lambat-lambat suara nenek serasa jauh ku dengar.
Kondisi ibu setengah sadar. Tiba-tiba ibu sudah terbaring di bawah lampu bundar besar. Ibu sudah berada di ruang operasi ibu merasa perut diaduk aduk lalu ditarik-tarik. Efek bius membuat rasa kebal pada sayatan di perut. Ibu tengah berada diruang operasi. Lima orang berpakaian seragam biru mengeliligi ibu.
Sekitar 30 menit. Suara tangis itu bayi pecah. “Ibu ini anak ibu, cantik sekali. Luar biasa selama 20 tahun menjadi dokter baru kali ini ada bayi tali pusar melilit dan hampir putus didalam!”
Ibu menitikkan air mata, menyaksikan paras mu nan elok, seorang gadis mungil yang masih merah terbaring tak berdosa di samping ibu. Tiba-tiba ibu kesulitan bernafas, dada ku sesak. Mata ku samar-samar dan semua gelap sekeliling.


Oleh : Ida Zubaidah

PROFIL SINGKAT SEKOLAH EMBUN PAGI



Mengapa kami ada?

Sekolah Embun Pagi lahir dari kepedulian diantara perempuan untuk saling berbagi meringankan beban dengan cara berorganisasi. Perempuan yang umumnya berstatus sebagai petani mengalami kesulitan ekonomi, karena merupakan petani tanpa tanah yang memanfaatkan lahan milik orang lain dengan sistem sewa tanah atau menumpang. dan konsentrasi hasil produksi hasil panen justru di kuasai oleh tengkulak/pengumpul yang sekaligus mengendalikan harga di tingkat petani.

Minimnya pendapatan sebagai petani sayur, berimbas pada banyaknya anak-anak usia dini yang tidak mendapat pelayanan untuk mengeyam sekolah, sehingga hal ini menjadi latar belakang terbangunnya Paud yang murah dan berkualitas sehingga dapat diakses oleh anak-anak petani dan buruh bangunan yang tinggal di sekitar pemukiman sayur di RT. 28 Kelurahan Paalmerah, Jambi.

Sekolah Embun Pagi menerapkan kurikulum pendidikan nasional dan mengintegrasikan konsep agrikultur, dimana anak-anak dapat berinteraksi dengan alam disekitar; mengenal manfaat sayur-mayur, mengenal jasa petani. sehingga proses belajar melalui bermain menghasilkan pembelajaran meaningfull dan usefull yang dapat digunakan untuk menstimulasi peningkatan kecerdasan naturalis dan interpersonal anak.

Pengelola dan Pendidik Paud

Pada awalnya tenaga pendidik Paud adalah relawan-relawan beranda perempuan dan juga mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Namun pada awal agustus 2013 terbentuklah pengurus dan pendidik sekolah yang terdiri dari enam orang berlatarbelakang pendidikan SMP dan SMA yang berasal dari keluarga petani sayur dipaalmerah jambi

Tenaga Pengelola dan Pendidik

Pada awalnya tenaga pendidik Paud adalah relawan-relawan beranda perempuan dan juga mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.  Pada Agustus 2013 dibentuk pengurus dan pendidik sekolah yang terdiri dari enam orang berlatarbelakang pendidikan SMP dan SMA yang berasal dari keluarga petani sayur dipaalmerah jambi.

Tujuan

Memberikan pendidikan murah dan ilmiah dapat dijangkau oleh masyrakat umum terutama anak anak petani dan buruh
Sebagai ruang perempuan untuk belajar, berorganisasi dan berjuang untuk mendapatkan hak sosial, ekonomi dan politik

Gender adalah perbedaan yang bukan biologis dan juga bukan kodrat Tuhan




Gender adalah perbedaan yang bukan biologis dan juga bukan kodrat Tuhan. Konsep gender sendiri harus dibedakan antara kata gender dan kata seks (jenis kelamin). Perbedaan jenis kelaminantara laki-laki dan perempuan adalah kodrat Tuhan karena secara permanen tidak  berubah dan merupakan ketentuan biologis. Sedangkan gender adalah perbedaaan tingkah laku antara laki-laki dan perempuan yang secara sosial dibentuk.Perbedaan yang bukan kodrat ini diciptakan melalui proses sosial dan budaya yang panjang. gender dapat berubah dari individu ke individu yang lain, dari waktu ke waktu, dari tempat ke tempat, bahkandari kelas sosial yang satu ke kelas sosial yang lain.genderSementara jenis kelamin yang biologis akan tetap dan tidak berubah. Gender tidak bersifat biologis, melainkan dikontruksikan secara sosial. Karena gender tidak dibawa sejak lahir, melainkan dipelajari melalui sosialisasi, oleh sebab itu gender dapat berubah.gender adalah nilai yangdikonstruksi oleh masyarakat setempat yang telah mengakar dalam bawah sadar kita seakan mutlak dan tidak bisa lagi diganti.Jadi, kesetaraan gender adalah suatu keadaan di mana perempuan dan laki-laki sama-sama menikmati status, kondisi, atau kedudukan yang setara, sehingga terwujud secara penuh hak-hak dan potensinya bagi pembangunan di segala aspek kehidupan berkeluarga, berbangsa dan bernegara.

Bentuk-bentuk Ketidakadilan Gender
Marginalisasi (peminggiran) : Peminggiran terjadi dengan adanya asumsi perempuan lebih tidak mampu melakukan pekerjaan formal dibanding laki-laki.
Subordinasi (penomorduaan): Perempuan dianggap lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan ditempatkan menjadi nomor dua setelah laki-laki
Stereotip (citra buruk) : Pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya. Anehnya perlakuan ini juga dilakukan oleh sebagian besar kaum perempuan terhadap kaumnya sendiri.
Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan adalah pihak paling rentan mengalami kekerasan. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.
Beban ganda (double burden)
Beban ganda (double burden) artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya.Peran reproduksi perempuan seringkali dianggap peran yang statis dan permanen.Walaupun sudah ada peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diwilayah public, namun tidak diiringi dengan berkurangnya beban mereka di wilayah domestic. Juga nama baik keluarg lebih banyak dibebankan di pundak perempuan.

Di bawah ini merupakan gambaran ketidaksetaraan gender yang diperoleh dari Indonesia.

Keluarga Berencana (KB) di Indonesia, memilih kebijakan bahwa perempuan dijadikan objek utama akseptor. Hal ini tampak dari alat kontrasepsi untu perempuan daripada laki-laki.
Hasil pekerjaan domestik, seperti mengasuh anak, menyiapkan makanan, mengelola rumah, memelihara kesehatan keluarga, tidak dianggap sebagai pekerjaan produktif.
Haid merupakan kodrat perempuan. Tetapi haid itu justru dianggap kotor  sehinggaperempuan tidak boleh memimpin agama.
Pernyataan politik bahwa perempuan dinyatakan sebagai pencari penghasilan tambahan, ternyata dalam pelaksanaanya menghalalkan gaji yang lebih rendah, daripada yang diterima laki-laki.
Di bidang pendidikan, kaum perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki. Kondisi ini antara lain disebabkan adanya pandangan dalam masyarakat yang mengutamakan dan mendahulukan laki-laki untuk mendapatkan pendidikan daripada perempuan.
Padahal pada dasarnya perempuan juga mempunyai hak-hak untuk megaktualisasikan diri mereka.Hal seperti ini juga sudah dipaparkan dari berbagai sisi agama. Namun sayangnya, banyak  laki-laki dan perempuan yang masih belum menyadari akan hal ini. Sehingga budaya patriarki seolah-olah adalah harga mati untuk meminggirkan peran wanita.

Perbedaan gender timbul akibat budaya patriarki yang melekat dalam sistem social masyarakat.Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial. Ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta benda. Secara tersirat sistem ini melembagakan pemerintahan dan hak istimewa laki-laki dan menuntut subordinasi perempuan.

budaya patriarki di Indonesia sangatlah kuat pengaruhnya, maka pria yang melakukan budaya semacam ini akan berpengaruh secara mutlak di keluarga. Pria lah yang berhak mengambil keputusan ketika ada masalah dan pria jugalah yang menuntukan iya atau tidaknya sesuatu yang dilakukan oleh keluarganya itu boleh dilakukan atau tidak. Hal ini jugalah yang menghambat kaum wanita untuk berkembang karena mereka akan merasa menjadi orang yang tidak berguna karena bisanya hanya tinggal di rumah dan mengurus urusan rumah tangga saja. budaya patriarki sangatlah sulit diperdebatkan karena sangat tertanam dan sifatnya sudah turun temurun.  Idea bahwa “tugas pria untuk menjadi pemimpin dalam rumah tangga” dimana menjadi pemimpin yang harus mengurus semua dan mengambil keputusan sangatlah tertanam dan diakui serta disahkan sehingga “style/ sistem partnership” dalam rumah tangga sangatlah tidak diakui disini. Alhasil apapun pendapat/ input dari pihak perempuan, tidak didengar maupun dihargai.

Dampak lain dari budaya patriarki di Indonesia adalah jika sang suami bukanlah orang yang bisa diandalkan dan maunya menang sendiri, pria semacam ini akan menyengsarakan keluarganya dan mereka tidak akan bisa membuat keluarganya bahagia. Karena itu sistem patriarki hanya bisa dilakukan secara sempurna oleh pria yang baik dan bertanggung jawab dan bukan pria yang ecek-ecek yang bisanya hanya santai-santai dan bermain kesana kemari yang tidak tentu arahnya kemana.efek posifnya pula budaya patriarki di Indonesia bagi sekelompok orang. Budaya ini akan membuat pria sadar bahwa dirinya harus bertanggung jawab penuh untuk mengayomi keluarganya sehingga dia pastinya tidak ingin ada keluarganya yang menderita.

Dalam kehidupan berbudaya, manusia menciptakan berbagai aturan main untuk mengatur hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.Agama merupakan salah satu wujud dari kebudayaan manusia. Seperti hasil budaya yang lain, agama dikembangkan berdasarkan pola berpikir yang sudah ada dalam masyarakat. Ideologi gender juga mewarnai munculnya agama-agama dan perkembangannya.

Dalam tradisi hindhu misalnya, tidak mengakuki bahwa kehidupan religius hanya bersumber pada kitab suci saja.Ada pula ajaran-ajaran yang diperoleh dari tradisi lisan dan praktik ritus.Dalam ajaran ini, perempuan dikaitkan dengan status sosial.Perempuan dilihat sebagai pemberi keberuntungan karena meraka haid.Menjadi istri, dan melahirkan anak.Perempuan ideal “sati”, yaitu perempuan yang menikah dan berkorban untuk menyelamatkan suami.Dengan demikian, perempuan tidak pernah mandiri, karena sebagai perempuan ideal mereka dibebani tugas yang sangat berat.Ini menghalangi hak-hak perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya.

Dalam agama budha, perempuan dianggap kotor, dituduh sebagai penggoda laki-laki yang ingin menjadi suci.Sekularisasi dalam Budha, telah mengubah aturan-aturan beragama, tidak hanya dalam prinsipnya tetapi juaga dalam kehidupan bermasyarakat. Perempuan tidak boleh:

Brahma/ dewa pencipta/ dewa tertinggi.
Dewa pelindung kaum Budha.
Mara/ setan penghancur kehidupan dan kemauan manusia.
Raja dari 4 penjuru (utara, barat, selatan, timur).
Contoh lain dapat dipelajari dari agama Yahudi, yang tradisinya kemudian diteruskan oleh agama Kristen dan Katolik. Dalam perikopa, “manusia jatuh ke dalam dosa”, status perempuan dijadikan subjek penyebab dosa.Sehingga perempuan dihukum dengan kesakitan saat melahirkan. Kitab kejadian ini, kemudian diikuti oleh kitab-kitab yang lain, seperti Amsal 31;10-31 yang memuat ajaran bagaimana istri yang sempurna. Kitab imamat 15: 19-24 mengatur bagaimana perempuan berperilaku selama menstruasi yang dianggap sebagai masa kotor dan najis. Beberapa perikopa dalam kitab suci, ditafsirkan oleh Bapa Gereja dengan sangat memojokkan perempuan.Misalnya perempuan tidak diberi hak berbicara pada saat pertemuan jemaat.

Dalam ajaran islam, ada beberapa hadist yang menggambarkan posisi perempuan di mata laki-laki. Misalnya dalam sabda Nabi  Muhammad yang berbunyi :

“ Wanita yang terbaik ialah wanita yang menarik hatimu bila kau pandang, dan taat bila kau perintah, dan tahu menjaga kehormatannya bila kau sedang pergi dan berhati-hati menjaga hartamu” ( HR. Thabrani).

Selain hadist tersebut, juga ada ayat dalam Al-Qur’an yang seolah memandang perempuan tidak bisa memimpin. Dalam Al-Qur’an (Surat An-Nisa’ ayat 34) disebutkan :

“ Laki-laki itu menjadi pemimpin bagi wanita, karena Allah telah memberikan kelebihan sebagian dari yang lain, dan karena laki-laki (suami) telah menafkahkan sebagian dari hartanya” (QS. An-Nisa’ : 24).

Padahal pada dasarnya perempuan juga mempunyai hak-hak untuk megaktualisasikan diri mereka.Hal seperti ini juga sudah dipaparkan dari berbagai sisi agama. Namun sayangnya, banyak  laki-laki dan perempuan yang masih belum menyadari akan hal ini. Sehingga budaya patriarki seolah-olah adalah harga mati untuk meminggirkan peran wanita

Berikut ini adalah beberapa hak-hak perempuan yang telah dipaparkan dari berbagai segi agama.

Dalam agama islam kedudukan wanita bisa dikatakan lebih tinggi karena memiliki rahim. Wanita lebih banyak keunggulannya, seperti yang dikatakan oleh ayat berikut:

Al-Qur’an mengatakan: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan menciptakan pasangannya, dan dari keduanyaAllah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan(Talirahim).
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa pria dan wanita dalam Islam setara secara intrinsik dalam peristiwa penciptaan , dan secara ekstrinsik dalam hubungan mereka satu sama lain maupun kewajiban-kewajiban mereka terhadap Tuhan. Al-Qur’an seakan lebih meninggikan perempuan karena ia menyebutkan rahim di akhir ayat ini, tentu sebagai penghormatan atas peran mereka sebagai ibu. Dalam islam juga telah diajarkan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan adalah setara di hadapanNya.

Dalam agama Hidhu juga telah disebutkan adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.Selain Dewi Saraswati, Hindu juga memuja simbol-simbol Tuhan dalam wujud perempuan, seperti Dewi Lakshmi, Parwati, dan Savitri. Dalam pengertian ini teologi Hindu memandang bahwa perwujudan perempuan sebagai suatu eksistensi yang suci muncul dari pengertian Shakti.Shakti dimaknai dalam metafisika Hindu sebagai unsur atau aspek feminin dari Brahman atau Tuhan.Shakti atau kekuatan feminin dari Tuhan merupakan faktor penting dalam harmonisasi alam semesta.Dari pengertian ini, sesungguhnya Veda memandang perempuan sebagai sosok yang vital, sebagai pengampu pengetahuan, dan subjek yang patut untuk dihormati.

Dalam agama budha, sempat pernah ada pernyataan bahwa perempuan tidak boleh menjadi Budha. Itu artinya mereka tidak dapat diselamatkan. Ajaran ini sangat bertentangan dengan ajaran Budha sejati, bahwa semua manusia dapat mencapai Budha ( Nunuk Murniarti, 2004:8). Bahkan dalam Budha juga memperbolehkan seorang perempuan untuk menjadi seorang bhiksuni.

Dalam agama Katolik, mengangkat Maria, yakni ibunda Yesus sebagai simbol perempuan dan memasukkan dalam tradisis Katolik. Dalam sudut pandang kitab suci, dimunculkan tafsir dari pilihan perikop tertentu, yang menunjukkan bahwa Bunda Maria berperan aktif dalam pewartaan kasih.

Dalam agama Kristen, sekurangnya dua kali dalam tamsil-tamsil Yesus, digunakan figur seorang perempuan yang patut diteladani iman dan kesungguhan hatinya, yaitu perempuan yang gigih membela perkaranya terhadap seorang hakim yang tidak adil (Lukas 18: 2-8) dan perempuan yang mencari mata uang yang hilang (Lukas 15:8-10).

Isa Almasih a.s. tidak pernah mengucapkan kata-kata yang eksplisit atau implisit mendukung pandangan bahwa wanita lebih rendah derajatnya dari kaum lelaki. Kaum perempuan selalu dihormati dalam ajaran Beliau dan mereka tidak pernah direndahkan — fakta ini patut diperhatikan dan diikuti oleh para pengkhotbah moderen jaman ini. Dalam gereja sekarang, perempuan acap kali dijadikan obyek olok-olok, pada hal kelakuan demikian tidak pernah dilakukan oleh Almasih a.s. sendiri.

Seorang tokoh muslimah Indonesia Zakiyah Derajat memandang bahwa sebagaimana laki-laki bisa bekerja diluar rumah, maka wanita pun mempunyai kesempatan untuk ikut bekerja dan berkarier. Beliau mendasari pendapatnya pada Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97 :

Artinya :  “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari pada yang mereka kerjakan”. (Anonim, 1989: 417)

Menurut beliau : Dengan semua lapangan kerja yang cocok dengan kodratnya wanita juga dituntut aktif bekerja, wanita tidaklah berpangku tangan dan tinggal diam berkurung dirumah sebagai makhluk yang lemah yang harus dibantu dan dibelanjakan laki-laki. Banyak sekali lapangan kerja yang cocok untuk wanita, hanya saja wanita harus ingat bahwa kewanitaan itu tetap melekat pada dirinya artinya kodrat fisik dan terhadap orang lain, jika ia sadar atau tidak menjaga dirinya. (Derajat, 1978: 23)

Perempuan Ditindas WTO!!!




Katanya WTO atau World Trade Organization telah menjawab segala permasalahan yang ada di masyarakat menurut pemerintah.

Sekarang permasalahan yang mana yang telah selesai. Petani yang paling merasakan dampak dari semua permasalahan yang katanya telah selesai dengan adanya WTO. Mana dan dimana solusinya? yang terjadi malah banyaknya persoalan yang harus dihadapi petani mulai dari keterbatasan lahan pertanian, alat produksi, hasil tidak maksimal, pasar yang terus menekan penghasilan petani, dan petani perempuan kehilangan akses atas tanah, alat produksi maupun sumber kehidupannya. Perempuan tersingkir dari lahan pertanian membuat mereka memilih atau terpaksa memilih menjadi buruh dengan upah rendah karena keterbatasan pendidikan dan keterampilan.

Ini semua terjadi di Negara Agraris katanya, pemerintah juga tidak perna mengeluarkan kebijakan yang benar-benar untuk petani, kebijakan yang ada hanya menguntungkan pihak asing yang berada di belakang pemerintahan kita. Mulai dengan adanya kelompok tani yang hanya di jadikan sebagai distributor perusahaan pupuk dan pestisida serta bibit yang di berikan oleh pemerintah dengan alih-alih subsidi pemerintah. Kenyataan yang terjadi adalah penggunaan bibit subsidi atau bibit transgenic tidak sesuai dengan kebutuhan daerah atau iklim wilayah petani tersebut yang membuat petani bergantung dengan penggunaan bahan kimia pupuk dan pestisida dari subsidi pemerintah. Dengan adanya bibit subsidi membuat bibit local tidak lagi digunakan petani, serta penggunaan pupuk ramah lingkungan pun akan hilang.

Kemajuan zaman membuat perempuan terpinggirkan dari lahan pertanian sebagai penjaga dan penerus pengetahuan tradisional, serta secara sistematis terabaikan oleh modernisasi teknologi. Ini akan membuat krisis pangan yang melanda Indonesia. Lalu apa sebenarnya kepentingan dan peran WTO atas persoalan yang dihadapi perempuan petani. Yang terjadi adalah monopoli perdagangan yang tidak berkeadilan, menguasai alat produksi dan pasar. WTO menghilangkan pengetahuan, pengalaman perempuan dalam mengelola pertanian, tidak membantu kesejahterahan perempuan dalam ekonomi dan pasar, dan mengabaikan pengetahuan perempuan dalam bidang obat-obatan tradisional.

Oleh : Molly M

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage